You have reached the website

Mengenal Lebih Dekat Karakteristik Kopi Arabika

Mengenal Karakteristik Kopi Arabika

Ada dua jenis kopi yang paling terkenal di dunia, yaitu kopi robusta dan arabika. Kopi arabika merupakan kopi dengan cita rasa yang lebih kompleks dan memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan kopi robusta. Biasanya, kopi arabika terkenal dengan cita rasa fruity dan sedikit asam. Ingin tahu lebih lanjut mengenai kopi arabika? Simak artikel berikut!

Memiliki Kadar Kafein yang Lebih Rendah Dibandingkan Robusta

Kopi arabika memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi robusta. Hal ini juga terlihat dari cita rasa kopi arabika yang sedikit lebih manis dibandingkan dengan rasa kopi robusta.

Memiliki Cita Rasa yang Kompleks

Kopi arabika memiliki cita rasa yang sedikit asam. Tingkat keasaman kopi arabika ini masih dibawah jus jeruk dan juga soda. Namun, jika dibandingkan dengan kopi robusta, kopi arabika ini memiliki rasa yang lebih asam.

Dari segi cita rasa, kopi arabika dikenal dengan cita rasa yang kompleks, mulai dari rasa buah-buahan, rempah, karamel, dan juga sentuhan rasa lainnya. Uniknya, kopi arabika terasa asam namun ada kesan manis gula tipis. Cita rasa kopi arabika yang kompleks ini yang membuatnya sempurna untuk dinikmati sebagai single origin.

Baca Juga: Mengenal Karakter Kopi Arabika dari Indonesia

Semakin Tinggi Lahannya, Semakin Baik Pertumbuhannya

Bisa dibilang, kopi arabika adalah salah satu jenis kopi yang cukup sulit ditanam karena hanya bisa ditanam di dataran tinggi dengan hawa yang sejuk. Cita rasa kopi arabika juga bergantung dengan ketinggian tanamannya. Semakin tinggi lahannya, semakin banyak juga kadar senyawa yang terkandung dari buah tersebut. Semakin tinggi kebun kopinya, semakin kaya juga akan rasa asam, aromatik dan kaya rasa.

Cara Menyeduh Kopi Arabika

Cara menyeduh kopi arabika yang direkomendasikan adalah dengan menggunakan rasio 1:15, yaitu 1 gram biji kopi untuk setiap 15 ml air.

Selain takaran, gilingan kopi juga mempengaruhi rasa kopi arabika tersebut. Namun, tingkat kehalusan gilingan kopi berbeda-beda sesuai dengan metode seduh yang digunakan. Untuk seduhan kopi manual, semakin halus butirannya, maka semakin sedikit permukaan air seduhan untuk menyentuh butir-butir kopi.

Cara menyeduh kopi arabika adalah dengan menggunakan air panas dengan suhu sekitar 90°-96°C  dengan durasi menyeduh yang juga berbeda-beda sesuai tekniknya. Untuk french press, lakukan perendaman sekitar 3-4 menit durasi seduh.

Cara Mengolah Kopi Arabika

Sebelum dinikmati, kopi arabika telah mengalami beberapa proses pengolahan, yaitu:

  • Wash

    Memilih, mengupas kulit ceri merah yang kemudian difermentasi dan dijemur. Ada dua jenis proses wash, yaitu full wash dan wet wash.
  • Honey

    Memilih, mengupas ceri kopi merah lalu dijemur atau difermentasi bersama lendir yang masih menempel. Proses honey ini berbeda-beda sesuai dengan ketebalan lendir dan tingkat kekeringan kopi yang dijemur.
  • Natural

    Merambang matang ceri kopi merah dan kemudian dijemur dengan kulit yang masih menempel.
  • Anaerobic

    Memasukkan ceri matang ke dalam tangki untuk difermentasi tanpa oksigen. Ini merupakan metode eksperimental untuk menciptakan rasa yang kompleks.
  • Lactic

    Memasukkan ceri matang ke dalam tangki kedap udara untuk difermentasi. Kemudian, ditambahkan senyawa baik bakteri asam laktat ke dalam tangki tersebut.
  • Pascapanen Metode Fermentasi

    Menggunakan karbon dioksida untuk mengeluarkan oksigen dari tangki fermentasi dan memberi tekanan pada ceri kopi untuk menambahkan kompleksitas rasa.

Nah, itu dia beberapa hal tentang kopi arabika dan cara menyeduh kopi arabika yang bisa Anda coba di rumah. Kira-kira, jenis kopi arabika apa saja yang sudah Anda coba.